Review Film Kingdom of the Planet of the Apes (2024): Kepunahan Manusia Tak Terhindarkan

Dalam alam semesta Kingdom of the Planet of the Apes, era kekuasaan Caesar, yang telah menjadi ikon dalam tiga film sebelumnya, telah lama berlalu. Manusia sendiri menghadapi ancaman kepunahan yang nyaris tak terhindarkan.

Sebuah virus yang dulunya meningkatkan kecerdasan para kera, kini berdampak sebaliknya pada manusia. Bangunan-bangunan kini menjadi reruntuhan, dijadikan tempat tinggal oleh berbagai tumbuhan liar yang menjamur.

Para kera yang sebelumnya dihormati karena kecerdasan mereka, kini terlihat lebih sederhana. Ini terutama terlihat dari sudut pandang Klan Elang.

Dalam pembukaan film, penonton disuguhkan dengan kehidupan Klan Elang yang mengandalkan burung-burung bukan hanya sebagai alat untuk bertahan hidup, tetapi juga sebagai sistem keamanan yang efektif.

Tiga kera remaja, Noa (diperankan oleh Owen Teague), Soona (diperankan oleh Lydia Peckham), dan Anaya (diperankan oleh Travis Jeffrey), melakukan pencarian telur burung elang untuk upacara besok. Namun, aksi mereka terganggu oleh kehadiran sosok misterius yang mereka sebut sebagai Echo, istilah untuk manusia.

Namun, kehadiran Echo ternyata hanya permulaan dari masalah yang lebih besar. Noa menemukan dirinya dalam keadaan putus asa ketika klan lain menyerang mereka, rumahnya terbakar, dan keluarganya diculik. Satu-satunya cara untuk memulihkan keadaan adalah dengan mencari tahu dalang di balik serangan ini.

Namun, apa yang ditemukan Noa tidaklah seperti yang diharapkannya.

Ulasan:

Reboot dari serial Planet of the Apes yang dimulai dengan “Rise of the Planet of the Apes” pada tahun 2011, seharusnya hanya menjadi satu dari sekian banyak trilogi yang dihasilkan belakangan ini.

Dalam teori dan praktiknya, Hollywood seringkali menggunakan properti intelektual mereka hanya untuk memperoleh keuntungan semata, tanpa perhatian pada kualitas cerita yang dihasilkan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. “Rise of the Planet of the Apes” tidak hanya digemari oleh kritikus tetapi juga penonton. Bahkan, sekuelnya melampaui ekspektasi banyak orang.

“War of the Planet of the Apes” dan terutama “Dawn of the Planet of the Apes” menjadi contoh sekuel yang sangat sukses. Meskipun demikian, Hollywood tidak akan membiarkan waralaba yang sukses dibiarkan begitu saja. Mereka akan mencoba memanfaatkannya seoptimal mungkin, hingga pada suatu titik, mungkin akan kehilangan daya tariknya.

“Kingdom of the Planet of the Apes”, serial terbaru dari reboot ini, pada awalnya mungkin dianggap sebagai upaya untuk memeras kisah ini lebih lanjut. Namun, kenyataannya, film yang disutradarai oleh Wes Ball ini membuktikan anggapan yang salah.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *